Kelebihan-Kelebihan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning-PjBL)

Model pembelajaran berbasis proyek saat ini mulai banyak dilirik oleh guru-guru di Indonesia karena memiliki kelebihan-kelebihan. Model pembelajaran ini sebagaimana kita ketahui, mempunyai ciri yang khas yaitu adanya suatu tugas proyek yang harus dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa dalam rentang waktu tertentu. Melalui proyek yang mereka kerjakan itulah, pembelajaran yang bermutu akan terjadi pada diri siswa. Kurikulum 2013 yang kini telah dilaksanakan di beberapa sekolah yang ditunjuk telah menyarankan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) ini. Lalu apakah kelebihan-kelebihan model pembelajaran berbasis proyek ini?

ada kelebihan-kelebihan model pembelajaran berbasis proyek - PjBL - Project Based Learning yang patut diperhitungkan sehingga model ini disarankan untuk digunakan dalam implementasi kurikulum 2013
kelebihan-kelebihan model pembelajaran berbasis proyek

Mampu Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Ketika siswa merencanakan sebuah proyek tentang suatu hal, mereka menjadi sangat terlibat di dalamnya. Dan, ketika mereka menyelesaikan proyeknya dengan baik, maka siswa-siswa akan memperoleh kepuasan. Hal ini jauh lebih memotivasi daripada pemberian reward dari guru, walaupun tentunya ini terjadi secara simultan. Motivasi intrinsik sangat penting. Dalam teorinya, ketika siswa memperoleh kepuasan karena suatu kesuksesan, maka motivasi mereka untuk belajar dalam kegiatan berikutnya juga akan lebih baik.


Keterampilan Pemecahan Masalah Semakin Meningkat

Masalah merupakan pemicu dalam membuat sebuah proyek oleh siswa. Masalah ini dapat dihantarkan oleh guru di awal pembelajaran dan harus dipecahkan oleh siswa melalui proyek yang mereka akan rencanakan dan laksanakan. Selain itu, dalam proses pengerjaan sebuah proyek dalam model pembelajaran berbasis proyek seringkali menemui masalah-masalah. Dan masalah ini tentunya harus mereka pecahkan agar dapat menyelesaikan proyek tersebut. Siswa-siswa yang sering belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek akan memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah.

Dapat Meningkatkan Keterampilan Siswa dalam Mengelola Beragam Sumber

Pada sebuah pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek, siswa harus dapat mencari sumber-sumber untuk penyelesaian proyek yang sedang mereka kerjakan. Begitu beragam sumber daya dan sumber informasi yang mereka miliki harus dikelola dengan baik agar dapat berkontribusi pada penyelesaian proyek. Terbiasa melakukan ini, maka siswa akan meningkat keterampilannya dalam pengelolaan sumser-sumber yang mereka mungkin miliki dan dapatkan.

Siswa Lebih Aktif dalam Belajar

Siswa aktif dan lebih aktif dalam belajar akan menjadi suatu keniscayaan. Bagaimana tidak, ketika mereka berusaha merencanakan, melaksanakan hingga akhirnya menyelesaikan proyeknya, mereka akan belajar suatu hal atau banyak hal secara aktif. Bahkan ini seringkali terjadi tanpa mereka sadari. Mereka akan membangun pengetahuan, keterampilan dan sikapnya menuju ke arah yang positif.

Terjadi Kolaborasi Alamiah antar Siswa

Model pembelajaran berbasis proyek umumnya dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari beragam anggota siswa baik dilihat dari aspek minat, keterampilan, dan hal-hal lainnya. Pada saat mereka merencanakan dan melaksanakan proyek, siswa-siswa dalam kelompok ini akan berusaha secara bersama untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik. Di sinilah mereka akan belajar berkolaborasi satu sama lain. Dan tentu saja terjadi secara alamiah, ketika setiap anggota menyumbangkan apa yang mereka miliki untuk kesuksesan proyek kelompoknya.


Secara Tidak Langsung Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Siswa

Proyek selalu mengharuskan diskusi kelompok. Ini terjadi baik secara formal maupun informal di dalam kelompok ketika proses pembelajaran berlangsung. Bagaimana setiap anggota menyampaikan gagasan, bertanya untuk mengklarifikasi ide, menjawab pertanyaan, mengajukan saran-saran dan memberi tanggapan akan suatu hal akan membuat mereka berkomunikasi. Hal ini tentu saja akan meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi.

Melatih Siswa dalam Mengorganisasi Sebuah Proyek

Proyek adalah suatu pekerjaan yang dirancang oleh kelompok dan bersifat kompleks. Pelaksanaan proyek membutuhkan beragam sumber daya dan informasi untuk ditangani sehingga bermanfaat bagi penyelesaian proyek. Hal ini akan melatih siswa dalam mengorganisasi semua hal dalam proyek mereka.

Meningkatkan Keterampilan dalam Manajemen Waktu

Ketika sebuah proyek harus diselesaikan dalam rentang waktu yang telah ditentukan, kelompok siswa harus benar-benar dapat memanajemen waktu, mereka harus membuat perencanaan alokasi waktu sedetil mungkin agar setiap bagian rancangan proyek dapat diselesaikan dengan baik. Keterampilan dalam manajemen waktu mereka selanjutnya akan meningkat.

Pembelajaran dari Real Life Experiences

Model pembelajaran berbasis proyek diarahkan untuk membuat siswa belajar dari pengalaman nyata. Masalah-masalah yang diajukanpun sebaiknya adalah masalah yang nyata (otentik). Hal ini akan memberikan real life experiences kepada mereka. Bukankah siswa nantinya  (atau bahkan saat inipun) akan atau sedang menghadapi masalah dalam kehidupan mereka sehari-hari. Belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek akan memberikan kesempatan bagi mereka belajar akan hal ini.

Pembelajaran Menjadi Menyenangkan

Proyek-proyek yang dilakukan siswa dalam model pembelajaran berbasis proyek adalah pilihan siswa sendiri. Proyek yang mereka kerjakan tentunya adalah hal yang menjadi minat dan pemenuhan rasa ingin tahu mereka. Belajar dari sesuatu yang mereka minati dan berangkat dari pemenuhan rasa ingin tahu tentunya akan sangat menyenangkan bagi mereka.

Baca Juga:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...