Pengawasan dan Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013

Pengawasan Proses Pembelajaran pada Pelaksanaan Kurikulum 2013

Ketika sebuah satuan pendidikan atau sekolah mengimplementasikan Kurikulum 2013, maka sesuai amanat Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, maka perlu dilakukan pengawasan dan supervisi.

Proses pembelajaran akan diawasi dan melalui kegiatan pemantauan, supervisi, pelaporan, serta tindak lanjut. Pengawasan ini dilakukan secara berkala dan berlanjut. Pengawasan yang dilakukan pada guru yang melakukan proses pembelajaran dapat dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas.

bagaimana sistem dan proses pengawasan pada pelaksanaan pembelajaran pada sekolah-sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013?
pengawasan proses pembelajaran

Objektif dan Transparan

Selama melaksanakan pengawasan, maka kepala satuan pendidikan atau kepala sekolah dan pengawas harus melaksanakannya dengan prinsip yang objektif dan transparan. Hal ini dilakukan demi kepentingan dan tujuan peningkatan mutu proses pembelajaran guru dan untuk menetapkan peringkat akreditasi.

Sistem Pengawasan

Semua pengawasan ditujukan untuk peningkatan mutu pelaksanaan pembelajaran sehingga dapat memenuhi standar minimal proses pembelajaran, dan jika mungkin untuk menjadikannya lebih baik lagi. Kepala sekolah dan pengawas melakukan pengawasan yang sifatnya internal. Sementara itu ada pula dinas pendidikan dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) yang melakukan pengawasan dalam bentuk evaluasi diri sekolah tetapi tetap berkaitan dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru ini.

Tahapan Proses Pengawasan

Ada 3 proses yang harus dilakukan dalam pengawasan, meliputi pemantauan, supervisi, dan pelaporan. Pemantauan dilakukan untuk ketiga tahapan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan perencanaan, kegiatan pelaksanaan pembelajaran, dan kegiatan penilaian hasil belajar siswa. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk proses pemantauan, seperti dilakukan diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, wawancara, perekaman kegiatan belajar-mengajar di kelas serta dokumentasi lainnya.



Supervisi juga dilakukan untuk proses yang kedua di mana hal-hal yang menjadi fokus supervisi adalah perencanaan yang dibuat guru, pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan penilaian hasil belajar. Supervisi dilakukan melalui beragam cara seperti melalui diskusi, konsultasi, hingga pelatihan.

Sedangkan proses pelaporan harus memuat hasil-hasil kegiatan pemautauan, supervisi, hingga evaluasi proses pembelajaran. Pelaporan diberikan dalam bentuk laporan yang tujuannya adalah untuk melakukan tindak lanjut demi adanya pengembangan keprofesionalan berkelanjutan untuk para guru.

Beberapa bentuk tindak lanjut dapat diberikan kepada guru-guru yang telah melaksanakan proses pembelajaran yang mengimplementasikan Kurikulum 2013, seperti adanya penguatan (reinforcement) atau penghargaan (reward) kepada guru-guru yang telah dapat memenuhi atau melebihi proses pembelajaran yang mencapai standar minimal yang ditetapkan. Atau, tindak lanjut juga dapat diberikan dengan memberi kesempatan kepada guru-guru tersebut untuk mengikuti program pelatihan.


Pelaksanaan Pembelajaran Menurut Kurikulum 2013
Komponen-Komponen RPP Menurut Kurikulum 2013
Komponen-Komponen Silabus Menurut Kurikulum 2013
Karakteristik Pembelajaran Kurikulum 2013
Standar Proses pada Kurikulum 2013
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...